FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD PEMAPARAN LAPORAN AWAL PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT (IPMAS) KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN 2025

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD PEMAPARAN LAPORAN AWAL PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN MASYARAKAT (IPMAS) KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN 2025

Selasa (9 September 2025), Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung sebagai Walidata menyelenggarakan acara “Focus Group Discussion (FGD) Pemaparan Laporan Awal Penyusunan Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMas) Kabupaten Tulungagung Tahun 2025” bertempat di Ruang Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika, pada pukul 08.30 s/d selesai. FGD ini dipimpin oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaupaten Tulungagung, Drs. SUPARNI, M.M. Turut hadir Kepala Bidang Statistik dan Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung, Tim Ahli Laboratorium Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan (LKP3) FIA-UB, Undangan dari 8 Perangkat Daerah, 2 Instansi Vertikal dan 19 Kecamatan di Kabupaten Tulungagung.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulungagung membuka acara FGD. Beliau menyampaikan latar belakang dilakukannya Survey Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMas) adalah untuk melihat kondisi nyata pembangunan masyarakat Kabupaten Tulungagung. Pembangunan masyarakat disini mencakup Gotong Royong dengan warga sekitar, Toleransi terhadap minoritas serta Rasa Aman terhadap keadaan sekitar. Lebih lanjut, dengan mengetahui kondisi nyata pembangunan masyarakat maka dapat dijadikan dasar pemerintah untuk membuat program kegiatan yang langsung dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Selain itu, melalui penyusunan Indeks Pembangunan Masyarakat ini dapat melihat karakteristik masyarakat Kabupaten Tulungagung dalam beradaptasi ataupun bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Tim Ahli dari Laboratorium Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan (LKP3) FIA-UB menjelaskan bahwasanya penyusunan Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMas) Kabupaten Tulungagung Tahun 2025 merujuk pada Sasaran Utama pada Prioritas Nasional No 8 dalam RPJMN. Sedangkan dalam RPJMD Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu sasaran indikator.

Perbandingan Konsep Awal (RPJMN 2015-2019) dengan Hasil Pengembangan IPMas adalah:
• Dimensi Gotong Royong menjadi Kohesi Sosial
• Dimensi Toleransi menjadi Inklusi Sosial
• Dimensi Rasa Aman menjadi Pengembangan Kapasitas Masyarakat Sipil

Banyak faktor yang mempengaruhi penilaian Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMas) . Beberapa permasalahan yang menyebabkan nilai IPMas menurun diantaranya, Konflik antar perguruan pencak silat, Tawuran, Kenakalan remaja, Gangguan suara Sound System, Kurangnya rasa aman seperti permasalahan tentang pemberian bansos yang kurang merata, Konflik bantuan sosial, Kemiskinan, Layanan kesehatan, Tidak adanya kesadaran masyarakat terkait kelayakan penerima bantuan pemerintah, Pemuda mabuk-mabukan serta Banyaknya pengangguran daripada TKI yang sudah kembali kekampung halaman.
Tim Ahli dari Laboratorium Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan (LKP3) FIA-UB akan melakukan Metodologi Survey tehnik pengumpulan data menggunakan Kuisioner dan Dokumentasi. Nilai IPMas dihitung dengan menggunakan “nilai rata-rata tertimbang” masing-masing dimensi Indeks. Pendekatan menggunakan Deskriptif Kuantitatif. Populasi dan Sampel adalah masyarakat/penduduk di Kabupaten Tulungagung. Teknik Pengambilan Sampel Menggunakan Cluster Random Sampling. Lokasi Survey di 19 Kecamatan di wilayah Kabupaten Tulungagung, dengan pembagian pada wilayah (Desa/ Kelurahan) berdasarkan karakteristik wilayah “Perkotaan dan Pedesaan”.


Tahapan penghitungan Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMas) meliputi:
• Menghitung Nilai Rata-Rata Terbagi Unsur
• Menghitung Nilai Indeks Variabel/Indikator
• Melakukan Penghitungan Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMas)
Tahapan Pelaksanaan Survey Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMas) Kabupaten Tulungagung meliputi:
• Briefing Enumerator
• Enumerator Turun Lapang
• Pengisian Kuesioner oleh Responden
• Input Data Kuesioner ke Form Online
• Pengumpulan Form online ke operator
Saat acara FGD berlangsung, terdapat perubahan sampel desa di beberapa kecamatan, diantaranya:
• Sampel wilayah desa dengan karakteristik pedesaan di Kecamatan Pakel dari desa Bangunmulyo diganti dengan desa Bono.
• Sampel wilayah desa dengan karakteristik perkotaan di Kecamatan Sendang dari desa Tugu diganti dengan desa Sendang.

Saat memasuki sesi tanya jawab, terdapat beberapa tamu undangan yang bertanya. Bapak Hisyam dari Kecamatan Boyolangu bertanya terkait waktu pelaksanaan survey ke desa karena bertepatan dengan isu bahwa tanggal 11 September 2025 akan dilakukan aksi demo. Tamu undangan dari Kepolisian memberikan keterangan bahwa adanya aksi demo di tanggal 11 September 2025, tetapi sudah dilakukan antisipasi pengamanan menghadapi aksi demo tersebut. Maka disepakati pelaksanaan survey diundur setelah aksi demo setelah situasi kondusif agar survey yang akan dilakukan berjalan lancar.
Ibu Risma dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik bertanya untuk permintaan raw data hasil dari Survey IPMas. Terkait hal tersebut, Dinas Kominfo tidak bisa memberikan raw data karena Survey IPMas sudah dilakukan oleh pihak Dinas Kominfo apapun hasil yang akan muncul nilainya, selain itu apabila raw data itu diberikan ke Perangkat Daerah lain dikhawatirkan akan diolah lagi sehingga menyebabkan double data.